|
Ketimpangan Kesejahteraan Ibu Kota |
|
|
|
|
Written by Dinar Dana Kharisma
|
|
Tuesday, 29 May 2007 |
|
Distribusi kesejahteraan di Jakarta semakin tidak merata, hal ini terlihat dari distribusi pengeluaran per kelompok pendapatan yang benar-benar memperlihatkan ketimpangan yang parah. Kelompok pendapatan dalam hal ini dibagi menjadi Q1 sampai dengan Q5, dimana setiap Q mewakili 20% penduduk, dan diurutkan berdasarkan tingkat pengeluaran mereka (berarti Q1 mewakili 20% penduduk dengan pengeluaran terendah, dan seterusnya). Terlihat pola distribusinya pada grafik dibawah. Bisa kita ambil beberapa poin dari gambar tersebut, bahwa 20% penduduk Jakarta terkaya menyumbang pengeluaran sekitar 80% dari seluruh pengeluaran penduduk Jakarta, sedangkan 20% pengeluaran sisanya merupakan sumbangan pengeluaran dari 80% penduduk Jakarta lainnya. Selain itu jika kita lihat pada tabel yang menyertai, 20% penduduk Jakarta yang memiliki pengeluran terendah hanya menyumbang tidak sampai 1% dari keseluruhan pengeluaran penduduk Jakarta. Bahkan 40% penduduk Jakarta pada Q2 dan Q3 hanya menyumbang dibawah 10% pengeluaran dari total penduduk Jakarta. Poin-poin tersebut diatas menyatakan secara tidak langsung bahwa ketimpangan kesejahteraan di Jakarta sangatlah besar, dimana sumbangan pengeluaran 20% penduduk paling sejahtera adalah empat kali lipat dari total sumbangan pengeluaran dari 80% penduduk sisanya. Di sisi lain, terlihat juga bahwa ketimpangan semakin meningkat terutama tahun 2002. Dimana peningkatan ini ditandai dengan meningkatnya sumbangan pengeluaran 20% penduduk paling sejahtera di Jakarta dan menurunnya sumbangan pengeluaran 80% penduduk sisanya. Semakin ironis juga ditemukan bahwa sumbangan pengeluaran 20% penduduk paling tidak sejahtera pada tahun 2002 menjadi sangat tidak signifikan dengan presentase sekitar 0.03% dari total pengeluaran seluruh penduduk Jakarta.
|